JAKARTA - Rem merupakan salah satu komponen paling vital di mobil, tapi justru sering luput dari perhatian sampai muncul bunyi berdecit atau pedal terasa aneh. Padahal, kampas rem yang sudah tipis bisa mengurangi daya pengereman sehingga ini dapat membahayakan keselamatan berkendara.
Pengendara pun sebaiknya mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti kampas rem. Lalu, kapan sebaiknya kampas rem mobil diganti? Berikut penjelasannya, sebagaimana melansir laman Daihatsu, Minggu (26/7/2026):
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua mobil, karena usia kampas rem sangat dipengaruhi jenis transmisi, gaya mengemudi, dan kondisi jalan yang dilalui. Namun, secara umum berikut patokan yang bisa dijadikan acuan:
Mobil transmisi manual: sekitar 60.000 – 80.000 km, karena pengemudi lebih sering memanfaatkan engine brake sehingga kampas rem tidak terlalu terbebani.
Mobil transmisi otomatis (matic): sekitar 35.000 – 40.000 km, lebih cepat karena minim engine brake sehingga rem kaki lebih sering digunakan.
Secara umum, menurut rekomendasi pabrikan: berkisar 20.000 – 80.000 km, tergantung jenis mobil dan kondisi pemakaian.
Selain patokan jarak tempuh, ada baiknya kondisi fisik kampas rem tetap dicek setiap servis berkala atau setiap kelipatan 10.000 km, terutama jika mobil sering dipakai di jalanan padat, menanjak, atau sering membawa beban berat. Kebiasaan ini membantu mendeteksi keausan lebih awal sebelum kampas benar-benar habis.
Selain mengacu pada jarak tempuh, kenali gejala berikut ini karena bisa muncul lebih cepat atau lambat dari patokan jarak KM, tergantung kondisi pemakaian mobil:
Bunyi berdecit khas biasanya berasal dari indikator keausan yang memang sengaja dipasang pabrikan pada kampas rem. Begitu kampas mulai tipis, indikator ini akan bergesekan dengan cakram dan menimbulkan bunyi sebagai peringatan dini.