JAKARTA - Debu vulkanik menimbulkan berbagai risiko bagi masyarakat, termasuk pengguna kendaraan yang harus tetap melakukan perjalanan. Paparan abu vulkanik dan debu di udara tidak hanya dapat mengurangi jarak pandang, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi kendaraan serta kualitas udara di dalam kabin.
Diketahui, Gunung Anak Krakatau menggeliat aktif beberapa hari belakangan. Sebaran debu vulkanik juga sampai hingga wilayah Jabodetabek.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, pengguna kendaraan diingatkan untuk mengutamakan keselamatan berkendara serta memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal sebelum dan setelah perjalanan.
Selain kesiapan kendaraan, perhatian terhadap kualitas udara kabin juga penting untuk menjaga kenyamanan pengemudi dan penumpang, khususnya ketika kendaraan melintasi area dengan konsentrasi debu atau abu vulkanik yang meningkat.
Apabila perjalanan tetap harus dilakukan, pengguna kendaraan disarankan terlebih dahulu memantau informasi dan arahan dari pihak berwenang terkait kondisi wilayah yang terdampak. Jika perjalanan dinilai tidak aman, menunda perjalanan merupakan pilihan yang perlu dipertimbangkan.
Ketika jarak pandang menurun akibat abu vulkanik atau debu, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Selain cara berkendara, beberapa aspek kendaraan juga perlu diperhatikan untuk membantu menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Berikut lima langkah yang perlu diperhatikan pengguna kendaraan, sebagaimana dibagikan GAC Indonesia, Selasa (8/9/2026):
Pantau informasi cuaca, kondisi aktivitas vulkanik, serta arahan dari pihak berwenang sebelum bepergian. Apabila kondisi wilayah tidak memungkinkan untuk dilalui, pertimbangkan untuk menunda perjalanan.
Abu vulkanik dan debu dapat mengurangi jarak pandang serta membuat kondisi jalan lebih sulit diprediksi. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan tetap fokus terhadap kondisi sekitar.