Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tips Berkendara Aman saat Macet, Harus Jaga Emosi

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |15:23 WIB
5 Tips Berkendara Aman saat Macet, Harus Jaga Emosi
Macet5 Tips Berkendara Aman saat Macet, Harus Jaga Emosi (Dok Wahana Honda)
A
A
A

JAKARTA - Kemacetan lalu lintas telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat perkotaan. Kondisi macet ini membuat pengendara harus ekstra waspada agar tetap hati-hati. Saat terjebak dalam kemacetan, ada 5 tips berkendara agar pengendara motor bisa tetap aman. 

Aktivitas yang tinggi, mobilitas yang terus meningkat, hingga padatnya volume kendaraan pada jam sibuk membuat pengendara harus menghadapi kondisi lalu lintas yang berjalan lambat hampir setiap hari. Di balik antrean kendaraan tersebut, tersimpan risiko yang kerap luput disadari. Menurunnya konsentrasi, munculnya rasa jenuh, hingga emosi yang tidak terkendali.

Terkait hal ini, Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan keselamatan cari aman. Kemacetan bukan menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan, melainkan momentum bagi setiap pengendara untuk semakin disiplin, sabar, dan peduli terhadap sesama pengguna jalan.

“Banyak orang menganggap kemacetan hanya menghabiskan waktu. Padahal, kondisi lalu lintas yang padat justru membutuhkan tingkat kesabaran dan kewaspadaan yang lebih tinggi," ujar Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Tips berkendara motor saat macet (Wahana Honda)
Tips berkendara motor saat macet (Wahana Honda)

"Melalui cari aman, kami ingin mengingatkan bahwa keselamatan tidak ditentukan oleh cepat atau lambatnya kendaraan melaju, tetapi oleh setiap keputusan yang diambil pengendara selama berada di jalan,” tuturnya. 

Berikut 5 tips sederhana berkendaraa saat menghadapi kemacetan: 

1. Jaga Jarak Aman

Saat kondisi macet, pengendara disarankan tetap menyisakan ruang pengereman dengan kendaraan di depan. Jarak aman memberikan waktu untuk bereaksi ketika kendaraan berhenti secara mendadak sehingga risiko tabrakan dapat diminimalkan.

2. Tetap Fokus 

Meski kendaraan bergerak perlahan, pengendara harus tetap fokus terhadap kondisi sekitar. Perhatikan pergerakan kendaraan lain, pejalan kaki, maupun potensi hambatan yang muncul secara tiba-tiba. Konsentrasi yang terjaga akan membantu pengendara mengambil keputusan dengan tepat.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement