Di luar merek otomotif, perusahaan infrastruktur independen juga ikut serta dalam persaingan ini. Star Charge memperkenalkan sistem robot otomatis sepenuhnya miliknya sendiri yang disebut Armstrong—sistem ini mencapai akurasi tingkat milimeter, terhubung dalam waktu kurang dari 40 detik, mendukung pengisian daya ultra cepat berpendingin cairan, dan menggunakan cincin adaptor yang dipatenkan agar sesuai dengan berbagai standar colokan global.
Produsen China sangat fokus pada solusi perumahan, sedangkan produsen mobil global sedang menjajaki aplikasi publik untuk teknologi ini. Hyundai telah menguji robot pengisian daya otomatisnya sendiri di Bandara Internasional Incheon untuk membantu para pelancong. Perusahaan lain sedang menguji robot yang dipasang di rel langit-langit (ceiling-rail) yang meluncur di garasi parkir komersial untuk melayani banyak kendaraan.
Karena sekitar 80% pengisian daya EV dilakukan di rumah, lengan kompak Xiaomi yang siap digunakan di garasi dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan jika harga ecerannya wajar.
(Rahman Asmardika)