Bakal Masuk Indonesia, Jetour T1 Disiksa di Pegunungan Andes hingga Gurun Atacama

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Selasa 14 April 2026 18:35 WIB
Bakal Masuk Indonesia, Jetour T1 Disiksa di Pegunungan Andes hingga Gurun Atacama (Dok Jetour Sales Indonesia)
Share :

JAKARTA - Jetour T1 tampaknya bakal dipasarkan di Indonesia. Kehadiran SUV tersebut akan melengkapi model yang dipasarkan lebih dahulu yakni Jetour T2. 

Namun, belum diketahui pasti waktu peluncurannya. Kode Jetour T1 akan masuk ke Indonesia disinggung oleh Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah. 

Ranggy mengomentari serangkaian uji ekstrem yang dijalani Jetour T1. Hal ini mulai dari ketinggian Pegunungan Andes hingga kondisi paling kering di dunia di Gurun Atacama.

“Melalui pengujian di berbagai kondisi ekstrem di dunia, kami ingin memastikan bahwa setiap teknologi dan kapabilitas yang kami tawarkan benar-benar relevan dan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen dalam setiap perjalanan mereka. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Jetour untuk menghadirkan kendaraan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, tangguh, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” katanya dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/4/2026). 

Pada pengujian ekstrem di Pegunungan Andes dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter, Jetour T1 menghadapi suhu ekstrem, tekanan udara rendah, dan kadar oksigen minim. Kondisi ini dapat menurunkan performa kendaraan. Kondisi ini dimanfaatkan sebagai pengujian langsung untuk mengevaluasi cold start, performa off-road, tenaga, dan handling.

Dalam uji cold start, mesin 2.0T Turbocharged JETOUR T1 mampu menyala dalam satu kali percobaan, meskipun kadar oksigen hanya sekitar 60% dibandingkan kondisi normal. 

Pada pengujian off-road, sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive menunjukkan kemampuan adaptif dengan distribusi torsi secara real time. Ini memungkinkan kendaraan melewati medan ekstrem seperti pasir longgar dan jurang tanpa hambatan.

Sementara itu, pada pengujian handling, kombinasi sistem AWD, Electronic Limited Slip Differential, dan Bosch ESP 9.3 membuat stabilitas kendaraan tetap terjaga meskipun menghadapi angin kencang dan permukaan jalan dengan traksi rendah.

Pengujian berlanjut ke Gurun Atacama. Ini merupakan salah satu wilayah paling kering di dunia yang dikenal sebagai “driving forbidden zone.” 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya