Pada Oktober 1995, mobil penumpang Lancer mendapat full model change, begitu pun Lancer Evolution yang masuk generasi keduanya atau dikenal juga dengan Evo IV. Mobil yang digunakan untuk reli berbasis pada Lancer Evolution RS dengan spesifikasi dan fungsi sesuai keinginan tim WRC. Sementara Evolution GSR dihadirkan untuk pencinta sports car. Lancer Evo IV ini sudah dibekali teknologi Active Yaw Control (AYC) yang berfungsi mengontrol keseimbangan berkendara antara ban sisi kanan dan kiri. Peranti ini menggunakan active rear differential untuk mendukung kerjanya dalam menjaga kestabilan kendaraan saat bermanuver di kecepatan tinggi memanfaatkan sistem All Wheel Drive.
Seiring penggunaan basis baru berkode CN9A, Lancer Evolution memiliki bodi yang lebih besar dan memungkinkan menggunakan desain yang lebih ekstrem. Foglamp yang digunakan lebih besar dan menimbulkan kesan bahwa ini adalah mobil reli sejati. Mesin hanya dituning ulang untuk menaikkan sedikit tenaga menjadi 280 PS. Menurut beberapa penggunanya, mesin ini memiliki kinerja turbo yang lebih optimal lantaran sistemnya yang sudah menganut twinscroll turbo.
Lacner Evolution V diluncurkan pada Januari 1998 dengan modifikasi yang cukup heboh guna mengikuti perkembangan di mobil reli Group A. Hal ini lantaran saat itu FIA memberikan kebebasan bagi pabrikan untuk memodifikasi mobilnya dengan cukup berat.
Contoh saja pada mesin menggunakan piston yang lebih ringan, nozzle turbocharger lebih besar dan beberapa ubahan lain sehingga menghasilkan torsi maksimum hingga 373 Nm di 3.000 rpm.
Di sektor kaki-kaki, wheel track juga dilebarkan untuk mendapatkan handling yang lebih tajam. Untuk membuatnya lebih baik secara aerodinamika, rear spoiler besarnya bisa disetel. Ini adalah salah satu fitur terkenal dari Evolution V. Mobil ini membawa Mitsubishi Motors sebagai juara Manufaktur di ajang WRC untuk pertama kalinya.
(Erha Aprili Ramadhoni)