Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lahir dari Ajang WRC, Ini 5 Mitsubishi Lancer Evolution Legendaris Era 1990-an

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |18:04 WIB
Lahir dari Ajang WRC, Ini 5 Mitsubishi Lancer Evolution Legendaris Era 1990-an
Lahir dari Ajang WRC, Ini 5 Mitsubishi Lancer Evolution Legendaris Era 1990-an (Dok Mitsubishi)
A
A
A

2. Lancer Evolution II (1994)

Lancer Evolution II meluncur pada Januari 1994 sebagai suksesor generasi pertama. Lancer Evolution II ini hadir dengan ubahan dari generasi sebelumnya, terutama di area pengendalian dan stabilitas. Hilangnya Limited Slip Differential (LSD) di bagian belakang dan digantikan pelat untuk membuatnya lincah di tikungan. Wheelbase yang lebih panjang dan track lebih lebar. 

Meski sama-sama memakai mesin Mitsubishi berkode 4G63, tenaga yang dihasilkan Lancer Evolution II sedikit di atas generasi pertama. Sebab bila Lancer Evolution I hanya mampu memproduksi tenaga sebesar 250 PS hp, pada generasi kedua, Lancer Evo mampu memciptakan tenaga sebesar 260 PS dari mesin yang sama. 

Selain itu, platform yang digunakan berbeda. Bila di generasi pertama masih menggunakan platform dengan kode CD9A, di generasi kedua Mitsubishi mengggunakan kode platform CE9A. 

3. Lancer Evolution III (1995)

Lancer Evolution III meluncur pada Februari 1995. Ini adalah generasi ketiga dari Lancer Evolution. Model ini hadir dengan aerodinamika dan pendinginan mesin yang lebih baik guna tetap kompetitif di WRC. 

Ubahan utama terlihat pada desain bumper depan, samping, dan airdam belakang serta spoiler belakang. 
Bagian mesin tak luput dari perbaikan. Tenaganya ditingkatkan 10 PS lagi menjadi 270 PS, salah satunya berkat meningkatnya rasio kompresi menjadi 9.0. Ada warna baru yaitu Dandelion Yellow yang kemudian menjadi ciri khas Lancer Evolution. Mobil ini mampu membawa Tommi Makinen ke tangga juara rally dunia pada 1996.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement