TANGERANG - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tergolong rendah yakni baru mencapai 19 unit per 1.000 penduduk. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pasar otomotif nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.
Hal itu disampaikan Menperin Agus saat memberikan sambutan dalam Opening Ceremony yang digelar pada Kamis (30/7/2026).
"Rasio kepemilikan mobil di Indonesia hari ini baru 19 mobil dari 1.000 penduduk. Kalau kita bandingkan dengan Thailand sudah 275 unit dari 1.000 penduduk, Malaysia 490 unit dari 1.000 penduduk," ucapnya.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir mencapai 290 juta jiwa, peningkatan rasio kepemilikan mobil sebesar satu poin saja akan memberikan dampak signifikan terhadap permintaan kendaraan nasional.
"Artinya dengan jumlah penduduk yang hampir mendekati 290 juta, kenaikan satu unit saja pada rasio tersebut, satu angka pada rasio tersebut, setara dengan tambahan sekitar 280.000 unit kendaraan. Hampir sepertiga dari seluruh pasar domestik kita pada hari ini," ujar Agus.
Berdasarkan potensi tersebut, Menperin menilai target penjualan kendaraan nasional sebesar 850.000 unit pada tahun ini tidak seharusnya dipandang sebagai batas maksimal. Sebaliknya, angka tersebut merupakan titik awal untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
"Oleh sebab itu, angka yang tadi saya sampaikan, 850.000 unit minimal target tahun ini, seharusnya bukan menjadi batas atas. Angka tersebut merupakan titik awal. Karena apa? Karena pasar otomotif Indonesia jauh dari posisi jenuh. Bahkan, kita harus berani mengatakan pasar, ya, pasar otomotif kita justru baru dimulai," sebutnya.