Dalam hal efektivitas, CBS terbukti sangat berguna pada kondisi berkendara normal hingga kecepatan menengah, sekitar 40-60 km/jam.
Di lingkungan perkotaan yang padat dengan banyak persimpangan, CBS membantu pengendara melakukan pengereman halus tanpa perlu memikirkan teknik pengereman yang rumit.
Namun, ketika kecepatan mulai tinggi atau kondisi jalan licin akibat hujan, efektivitas CBS cenderung menurun karena sistem ini tidak mampu mencegah penguncian roda jika tuas rem ditarik terlalu kuat.
Sebaliknya, ABS justru menunjukkan efektivitas terbaiknya pada situasi darurat dan kecepatan tinggi. Di jalan basah, berpasir, atau licin sekalipun, ABS akan terus bekerja menjaga roda tetap berputar sehingga motor tidak mudah tergelincir.
Studi keselamatan berkendara menunjukkan, penggunaan ABS dapat mengurangi risiko kecelakaan fatal hingga signifikan, terutama pada motor dengan kapasitas mesin besar yang biasa melaju dengan kecepatan tinggi.
CBS umumnya ditujukan untuk pengendara yang mengutamakan kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara sehari-hari. Motor matik perkotaan, motor bebek, dan beberapa motor entry-level menjadi segmen yang paling banyak mengadopsi sistem ini.
Di sisi lain, ABS ditargetkan untuk pengendara yang membutuhkan tingkat kontrol dan keselamatan tertinggi dalam berbagai kondisi. Motor sport, motor touring, dan adventure bike hampir selalu dilengkapi ABS sebagai standar.