JAKARTA – Pameran kendaraan komersial GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Rabu (8/4/2026). Acara ini dibuka dengan seremoni penekanan tombol yang dihadiri oleh Sekjen Kementerian Perindustrian RI.
Dalam sambutannya, Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengatakan sektor kendaraan komersial memiliki peran vital dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, truk dan bus menjadi tulang punggung distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Oleh karena itu, keberadaan truk dan bus sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Truk dan bus merupakan urat nadi penghubung pusat produksi dengan pasar, memastikan distribusi kebutuhan masyarakat tetap terjaga dan menjadi motor penggerak mobilitas publik,” ujarnya pada Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil tidak lepas dari kontribusi sektor industri otomotif, khususnya kendaraan komersial yang terus berkembang dan beradaptasi dengan teknologi baru.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan capaian ekspor sepanjang tahun 2025, di mana ekspor kendaraan utuh (CBU) Indonesia mencapai 518.212 unit ke 93 negara, meningkat 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sektor kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit. Artinya, produk kendaraan niaga Indonesia semakin diakui di pasar global.
“Capaian ini membuktikan bahwa kualitas produksi kendaraan komersial Indonesia telah memenuhi standar dunia dan menjadi andalan di pasar internasional,” kata Putu.
Adapun kapasitas produksi industri otomotif nasional mencapai lebih dari 2 juta unit per tahun, dengan realisasi produksi sekitar 1,2 juta unit pada 2025. Sehingga GAIKINDO optimistis penyerapan produksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan permintaan.
Melalui GIICOMVEC 2026, GAIKINDO menargetkan lebih dari 11.000 pengunjung dari domestik maupun internasional. Pameran ini diharapkan dapat menjadi jembatan strategis yang mempertemukan pelaku industri dengan calon pembeli, sekaligus membuka peluang ekspansi pasar ekspor yang lebih luas.
(Rahman Asmardika)