JAKARTA – Sudah ada 48 perusahaan motor listrik yang beroperasi di Indonesia. Kendati begitu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut jumlah motor listrik yang mengaspal di Tanah Air masih sangat sedikit.
“Sudah ada 48 perusahaan sepeda motor listrik, dengan kemampuan produksi total nasional 1,4 juta unit per tahun dan total investasinya Rp800 miliar dan berdasarkan registrasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) hingga September 2023, 57.000 unit, masih sangat rendah,” kata Agus dalam di IMOS+ 2023 di ICE BSD, belum lama ini.
BACA JUGA:
Sejumlah perusahaan motor listrik yang sudah terdaftar di Indonesia, sebagian melantai di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS+) 2023. Mereka memamerkan lini model yang sudah ada dan juga membawa motor listrik konsep dengan teknologi tinggi.
Hal ini dilakukan untuk menarik pengunjung agar mau membeli motor listrik dan menggunakannya sebagai mobilitas harian. Pasalnya, kendaraan bermotor dengan mesin pembakaran internal dianggap sebagai penyumbang polusi terbesar.
Selain itu, pemerintah juga telah mengubah syarat dalam mendapatkan subsidi Rp7 juta, yakni satu NIK KTP untuk satu pembelian motor listrik. Ini mengubah aturan sebelumnya yang dianggap rumit dan kini semua masyarakat bisa memanfaatkan subsidi tersebut.