Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

EV Pakai Ban Mobil Konvensional, Ini Dampaknya

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |19:31 WIB
EV Pakai Ban Mobil Konvensional, Ini Dampaknya
EV Pakai Ban Mobil Konvensional, Ini Dampaknya (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Mobil listrik memiliki karakter yang berbeda dengan mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Salah satunya adalah komponen ban, yang memiliki karakter berbeda antara mobil listrik dengan konvensional. 

Diketahui, pasar kendaraan listrik di Indonesia terus tumbuh dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan, penjualan mobil listrik pada 2025 naik hingga 141% dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan data Gaikindo. 

Namun, di tengah tren tersebut, tidak diiringi pemahaman perawatan mobil listrik sedikit berbeda dari mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), termasuk dalam pemilihan ban. 

Umumnya, sebagian pabrikan mobil listrik di Indonesia sudah dilengkapi ban bawaan (original equipment/OE) yang bersifat EV-compatible. Ban yang dari sisi ukuran sudah sesuai, tapi teknologinya belum sepenuhnya dirancang untuk karakter kendaraan listrik.

Di sisi lain, penggunaan ban mobil ICE pada kendaraan listrik masih kerap dilakukan sebagai upaya menekan biaya. Namun, langkah ini justru dapat berdampak pada penurunan performa kendaraan. 

Selain membuat rolling resistance menjadi lebih tinggi sehingga memakan daya baterai lebih banyak dan membuat jarak tempuh tidak maksimal, karakteristik kendaraan listrik yang lebih berat juga membuat ban standar/ICE memiliki umur pakai yang lebih pendek ketika digunakan pada kendaraan listrik.

Karena itu, mobil listrik membutuhkan ban EV-specialized atau EV exclusive tire yang dirancang untuk mengakomodasi bobot kendaraan yang lebih berat serta torsi instan yang tinggi. Penggunaan ban yang tepat dapat membantu meminimalkan keausan sekaligus memperpanjang usia pakai ban.

“Ketika melakukan pergantian ban, konsumen tentu ingin ban awet untuk jangka panjang. Ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik (EV-specialized) telah dikembangkan sesuai dengan karakteristik kendaraannya. Struktur ban ini umumnya lebih kuat dan  mampu menahan torsi instan dari akselerasi kendaraan listrik sehingga umur pakainya lebih panjang sesuai standar yang ditetapkan," ujar National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, Rabu (8/4/2026). 

Ia menjelaskan, selain itu, penggunaan ban khusus mobil listrik dapat memberikan jarak tempuh yang lebih maksimal dan meminimalkan frekuensi penggantian ban. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement