Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Mahal, Pengunjung GIIAS 2026 Lirik Mobil Listrik

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Minggu, 02 Agustus 2026 |11:34 WIB
BBM Mahal, Pengunjung GIIAS 2026 Lirik Mobil Listrik
BBM Mahal, Pengunjung GIIAS 2026 Lirik Mobil Listrik (Okezone/Erha A Ramadhoni)
A
A
A

JAKARTA - Pengunjung pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melirik mobil listrik di tengah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, mobil listrik dinilai lebih efisien dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). 

1. Lirik Mobil Listrik

Salah satu pengunjung GIIAS, Luis (26), mengaku dirinya tertarik dengan mobil listrik. Pasalnya, menurutnya untuk pemakaian dalam kota, mobil listrik menjadi pilihan tepat. 

Selain itu, biaya operasional mobil listrik lebih efisien dibandingkan mobil bensin. Itu karena naiknya harga BBM. 

"Lebih ke mobil listrik sekarang," ujar Luis kepada Okezone di ICE BSD Tangerang, dikutip Minggu (2/8/2026). 

"Karena pemakaian dalam kota juga dan bensin sekarang lagi naik-naiknya. Jadi kalau hanya untuk dalam kota memang enaknya mobil listrik," tutur warga Pluit, Jakarta tersebut. 

Pada GIIAS 2026, ia mengungkapkan ada 2 model mobil listrik yang menarik perhatiannya. Keduanya adalah Chery Q dan Wuling Aira EV. Kedua mobil listrik compact itu juga baru meluncur di GIIAS 2026. 

"Selain Chery Q saya tertarik juga tuh yang kemarin baru launching. Wuling Aira," ucap Luis yang kini mempunyai Honda Brio. 

Dirinya mengaku sudah preorder Chery Q. Ia pun ke GIIAS 2026 untuk melihat lebih detail model tersebut. 

"Kemarin sudah PO cuma sekarang baru lihat dalamnya, interiornya," tuturnya. 

 

Hal senada diungkapkan pengunjung GIIAS 2026 lainnya, Bela (28), asal Jakarta. Ia mengaku datang ke GIIAS 2026 untuk melihat mobil listrik. 

"Sebenarnya lagi tertarik sama mobil listrik," tuturnya. 

Menurutnya, mobil listrik bisa menjadi solusi di tengah harga BBM yang melambung. "Sekarang kan BBM lagi naik kan jadi mobil listrik bisa jadi salah satu penggantilah," ujar Bela. 

Meski begitu, ia masih menyimpan keraguan untuk membeli mobil listrik. Hal ini terkait dengan insentif pajak. 

"Takut tiba-tiba pajaknya naik. Kan kita belum tahu ke depannya kaya gimana," tutur Bela. 
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement