JAKARTA - Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota, telah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan USD3,6 miliar atau sekitar Rp64,4 triliun ke pabriknya di San Antonio, Amerika Serikat (AS) untuk membangun jalur perakitan kedua. Jalur ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2030 dan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja baru.
Jalur perakitan baru ini akan memproduksi model pickup Tacoma. Kapasitas produksinya sekitar 150.000 unit per tahun.
“Investasi berkelanjutan Toyota di Amerika Utara merupakan bukti kepercayaan kami pada tenaga kerja, inovasi, dan potensi pertumbuhan jangka panjang di wilayah ini," kata CEO Toyota Motors Amerika Utara, Ted Ogawa, melansir Carscoops, Rabu (8/7/2026).
Dengan dipindahkannya produksi mid size pickup itu ke AS, perakitan di pabrik AS akan berakhir, setelah 4 tahun beroperasi.
Luas pabrik di San Antonio akan bertambah hampir 2 kali lipat, dengan penambahan lahan 2,5 juta kaki persegi. Langkah ini akan memungkinkan Tacoma diproduksi bersamaan dengan Tundra dan Sequoia.
"Dengan memperluas pabrik kami di San Antonio, kami memperdalam komitmen kami terhadap manufaktur Amerika, menciptakan lapangan kerja yang bermakna dan berkelanjutan, sekaligus memajukan misi kami untuk menghadirkan kendaraan berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah saat ini dan di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, nasib fasilitas Baja California di Meksiko masih belum jelas. Itu karena saat ini pabrik tersebut hanya memproduksi pikap. Namun, model tersebut akan tetap diproduksi hingga beberapa tahun mendatang.