JAKARTA - Destinator menjadi model teranyar Mitsubishi di Indonesia. Kehadirannya meramaikan pasar midsize SUV.
Diketahui, Destinator diluncurkan secara global di Indonesia pada 17 Juli 2025. Model ini dikembangkan untuk pasar ASEAN termasuk Vietnam, Filipina, serta untuk kawasan Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, dan juga Afrika.
Destinator diproduksi di pabrik perakitan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
SUV konfigurasi tiga baris kursi dengan kapasitas tujuh penumpang ini diperkenalkan dalam tiga varian untuk pasar Indonesia, yaitu Ultimate, Exceed, dan GLS. Varian Ultimate memiliki opsi tambahan dengan fitur premium berupa penyematan Dynamic Sound Yamaha Premium, power tailgate, dan electric seat adjuster.
Destinator dibekali mesin turbo 1,5 liternya, yang dipadukan Continuously Variable Transmission (CVT). Mitsubishi Motors juga memadukan teknologi all-wheel control, termasuk Active Yaw Control (AYC), untuk menghadirkan pengendaraan yang aman di berbagai permukaan jalan dan kondisi cuaca.
Sebagai model modern, Destinator dibekali panel layar SDA ukuran 12,3 inci di kabin. Layar sentuh ini menjadi pusat kendali terhadap koneksi smartphone, navigasi, hiburan, dan komunikasi. Selain itu, lewat perangkat tersebut juga bisa dipakai untuk mengatur beberapa fitur kendaraan.
“Layar 12,3 inci kan sudah jadi point of view utama Mitsubishi Destinator. Jadi untuk kemudahan semua interaksi dan interactive feature memang dioperasikan dari situ. Menurut saya, ini kemudahan yang amat sangat baik. Karena secara logic itu operating systemnya gampang banget,” ujar Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar di Jakarta, dikutip Selasa (28/4/2026).
Panel instrumen mengintegrasikan SDA dan layar pengemudi ke dalam satu panel besar dengan tampilan monolitik. Sistem SDA 12,3 inci itu menyajikan berbagai konten, termasuk tampilan multimeter yang merupakan penghormatan terhadap ikon triple-meter dari Pajero. Layar tersebut juga menyediakan akses ke fitur-fitur seperti panoramic sunroof, ambient lighting, dan fungsi konektivitas.
“Misalnya fitur ambien light, punya beberapa warna. Itu memang merepresentasikan karakter dari pemilik kendaraan. Nah, kalau sunroof, bisa dioperasikan manual, bisa dioperasikan juga dengan digital,” katanya.