JAKARTA - Seiring perkembangan tren modifikasi kendaraan bermotor, ban juga tak luput dari sasaran. Agar tampilan kendaraan menjadi semakin gagah, tak jarang pemilik mengganti ban motor dengan ukuran yang lebih besar.
Namun, ada sejumlah dampak dari mengganti ban ke ukuran lebih besar, tak hanya soal gagah-gagahan. Pengendara diimbau lebih bijak ketika memutuskan mengganti ban ke ukuran lebih besar.
“Kami selalu menyarankan pengguna sepeda motor menggunakan ukuran ban sesuai standar pabrikan. Hal ini karena setiap komponen kendaraan sudah dirancang dengan perhitungan teknis yang saling berkaitan untuk memastikan performa dan keselamatan,” ujar Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, Selasa (14/4/2026).
Mengganti ban dengan ukuran lebih besar tidak sepenuhnya dilarang, tapi memerlukan mempertimbangkan berbagai aspek teknis.
Berikut 6 kekurangan penggunaan ban berukuran lebih besar yang perlu diperhatikan:
Ban dengan ukuran lebih besar memiliki bidang kontak lebih luas dengan permukaan jalan. Hal ini meningkatkan gaya gesek sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar, yang berdampak pada akselerasi yang terasa lebih berat dibandingkan penggunaan ban ukuran standar.
Seiring meningkatnya beban kerja mesin, penggunaan bahan bakar pun ikut terdampak. Motor membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak, sehingga efisiensi bahan bakar menjadi menurun.
Perubahan ukuran ban dapat mempengaruhi karakter handling motor. Pengendalian bisa terasa lebih berat dan kurang responsif, terutama saat bermanuver atau melewati tikungan tajam.