JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan tembus Rp17.871 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah disebut berdampak pada industri otomotif.
BYD menyoroti perkembangan ekonomi belakangan ini. Pasalnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak pada industri otomotif.
"Ya kami mengerti dinamika ekonomi saat ini yang dialami oleh Indonesia. Memang cukup berdampak khususnya kepada perusahaan yang melakukan bisnisnya berbasis international trade," kata Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dikutip Kamis (28/5/2026).
"Buat BYD contohnya adalah komponen serta beberapa equipment yang kita harus transaksikan dengan pihak luar," tuturnya.
Diketahui, dalam industri otomotif, sejumlah produsen bergantung pada global terkait rantai pasok. Dengan menguatnya dolar AS terhadap rupiah, hal ini bisa berdampak.