"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," sambungnya.
Lebih lanjut, proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025. Ia membantah terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," kata Dadan.
Di sisi lain, Dadan membantah kabar yang menyebut jika pengadaan motor listrik ini sebesar Rp58 juta per unit. Dia menegaskan bahwa pihaknya membeli dengan harga di bawah pasaran.
"Harga pasaran 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah 42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
(Erha Aprili Ramadhoni)