Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WhatsApp Tak Aman? Meta Digugat, Diduga Bisa Baca Chat Pengguna

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 27 Januari 2026 |17:19 WIB
WhatsApp Tak Aman? Meta Digugat, Diduga Bisa Baca Chat Pengguna
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Meta Platforms menghadapi gugatan oleh sekelompok penggugat internasional yang menuduh perusahaan tersebut telah membuat klaim palsu tentang privasi dan keamanan layanan obrolan WhatsApp. Gugatan tersebut menyebut bahwa enkripsi end-to-end atau “ujung-ke-ujung”, yang merupakan fitur sentral dari WhatsApp, tidak berfungsi seperti yang diklaim perusahaan.

Meta telah menjadikan enkripsi “ujung-ke-ujung” pada WhatsApp sebagai fitur yang berarti pesan hanya dapat diakses oleh pengirim dan penerima, tetapi tidak oleh perusahaan.

Dalam obrolan terenkripsi semacam ini, yang menurut perusahaan diaktifkan secara default, pesan dalam aplikasi WhatsApp menyatakan: “hanya orang-orang dalam obrolan ini yang dapat membaca, mendengarkan, atau membagikan” pesan tersebut.

Namun, dalam gugatan yang diajukan Jumat (23/1/2026) di Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) di San Francisco, kelompok penggugat menuduh bahwa klaim privasi Meta adalah palsu. Mereka menuduh bahwa Meta dan WhatsApp “menyimpan, menganalisis, dan dapat mengakses hampir semua komunikasi ‘pribadi’ pengguna WhatsApp” — serta menuduh perusahaan dan para pemimpinnya menipu miliaran pengguna WhatsApp di seluruh dunia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement