JAKARTA - X dilaporkan telah membatasi pembuatan dan pengeditan gambar di Grok AI hanya untuk pengguna berbayar. Langkah ini diambil menyusul kritik luas atas pembuatan gambar deepfake yang eksplisit secara seksual.
Media sosial milik Elon Musk tersebut telah mendapat tekanan luas dan semakin meningkat dari berbagai pihak, termasuk regulator di negara Eropa dan Asia, untuk tindakan regulasi yang lebih keras.
Grok sebelumnya mengizinkan pengguna untuk memanipulasi gambar guna menghilangkan pakaian secara digital dan menempatkan orang, sebagian besar wanita, dalam pose seksual. Setelah mendapat kecaman publik, perusahaan yang didukung oleh Elon Musk ini dikatakan telah membatasi fitur-fitur tersebut hanya untuk pelanggan berbayar.
Fitur ini telah membuat regulator mendesak pemblokiran X dan Grok AI karena dugaan pelanggaran hukum. Pemerintah Indonesia melalui Komdigi telah memblokir Grok terkait konten pornografi ini.