Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gegara Suplai Baterai, Konversi Motor Konvensional ke Listrik Terhambat

Atikah Umiyani , Jurnalis-Rabu, 22 November 2023 |16:45 WIB
Gegara Suplai Baterai, Konversi Motor Konvensional ke Listrik Terhambat
Ilustrasi motor. (Doc. Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Suplai baterai motor listrik kini jadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tarif, mengakui bahwa terbatasnya suplai baterai dalam negeri menjadi penyebab lambatnya program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

"Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri," jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (21/11/2023).

Arifin menambahkan, hambatan lainya yaitu terkait kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Oleh karena itu dirinya meminta pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin), memberikan relaksasi TKDN komponen konversi motor listrik.

"Barangkali nanti karena kita sama-sama di komisi VII ada ESDM, ada Perindustrian mungkin ini bisa diharmonisasi bahwa TKDN untuk ini sebaiknya bisa dikonsider ya," harapnya.

Kendati demikian, Arifin juga mengaku ingin tetap mengutamakan produksi dalam negeri sehingga menurutnya perlu dibentuk peta jalan (roadmap) produksi komponen motor listrik di dalam negeri.

"Tapi memang juga harus ada roadmap kapan bisa diproduksi di dalam negeri hingga kita bisa menggunakannya semaksimal mungkin. Prioritas pokoknya untuk apa yang tersedia di dalam negeri. Tapi memang baterainya yang gak ada, konverternya ada, motornya juga bisa," tuturnya.

(Imantoko Kurniadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement