Laporan tahun 2019 mengatakan bahwa program semacam itu akan memungkinkan perusahaan menghasilkan pendapatan berulang.
Pengguna Apple biasanya meng-upgrade iPhone mereka setiap tiga tahun, yang berarti akan menghabiskan sekitar 825 dolar atau setara Rp11 juta setiap tiga tahun untuk ponsel Apple.
Sebaliknya, saat seseorang yang menggunakan iPhone sebagai layanan sewa, mereka dapat membayar 1.260 dolar selama tiga tahun. Saat pengguna mengupgrade ke model baru, Apple dapat menjual perangkat bekas di pasar sekunder dan menghasilkan lebih banyak uang.
Keuntungan bagi konsumen adalah mereka tidak perlu membayar uang dengan jumlah besar di muka dan dapat dengan mudah meng-upgrade ke model terbaru setiap tahun. Program ini diharapkan mulai bisa digunakan pada akhir 2022 atau awal 2023.
(Ahmad Muhajir)