JAKARTA - Penjualan produsen otomotif asal Jepang, Honda, anjlok hingga 60 persen di pasar China. Meski begitu, Honda tidak menyerah. Honda kemudian memperpanjang kemitraan usaha patungan mereka dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama 10 tahun.
Kemitraan Honda dan GAC sedianya akan berakhir pada 2028. Namun, kedua pihak sepakat melanjutkan kemitraan selama 10 tahun ke depan hingga 2038.
Melansir Carscoops, Sabtu (25/7/2026), Honda dan GAC telah membangun kendaraan bersama di China sejak tahun 1999 dan telah menjual lebih dari 11 juta unit hingga saat ini. Perpanjangan kerja sama ini membuat usaha patungan tersebut tetap berjalan hingga 2038.
Pada 2020, Honda menjual 1,62 juta kendaraan di China melalui kemitraan usaha patungan mereka dengan GAC dan Dongfeng. Tahun lalu, total penjualan Honda di negara itu anjlok menjadi hanya 640 ribu unit alias anjlok hampir 60 persen. Sebanyak 340 ribu di antaranya dari usaha patungan GAC dan sisanya dari Dongfeng.
“Meskipun dibutuhkan waktu tertentu untuk kelangsungan bisnis, pasar otomotif China berubah dengan cepat, dan kami telah membuat keputusan ini untuk menilai lingkungan bisnis,” kata juru bicara Honda kepada Nikkei Asia.
Perpanjangan kemitraan dengan GAC tak menjamin kesuksesan Honda di negara tersebut. Meskipun pasar secara keseluruhan melambat, pembeli China terus berbondong-bondong ke merek lokal. Terlebih kini banyak brand China mampu membuat mobil kelas dunia dengan harga yang lebih terjangkau.
Jika Honda ingin meraih kesuksesan, mereka membutuhkan kendaraan dengan harga kompetitif dan teknologi yang baik. Pada 2024, Honda meluncurkan seri kendaraan listrik Ye di Tiongkok, termasuk P7 yang dibangun melalui usaha patungan GAC dan S7 yang dibangun bersama Dongfeng.
Meskipun sangat berbeda dari kendaraan Honda yang dijual di Barat, keduanya tidak terlalu diminati di China. Hal ini menjadi masalah yang harus dipecahkan model-model selanjutnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)