JAKARTA - Fitur keamanan menjadi salah satu hal penting dalam kendaraan. Fitur ini membantu menjamin keselamatan serta keamanan pengemudi saat berkendara.
Fitur keamanan saat ini pun beragam. Mulai dari airbags maupun fitur lainnya yang lebih canggih seperti Adaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB), dan Forward Collision Mitigation (FCM).
Pada Mitsubishi Xforce Ultimate DS, tersemat sejumlah fitur keamanan. Fitur tersebut adalah 6 airbags (berkat penambahan 2 Curtain Airbags), serta Mono Camera, Sensor Radar di depan dan belakang, dan Ultrasonic Parking Sensor, yang memungkinkan beragam fitur pada teknologi "Diamond Sense” bekerja.
Sementara "Diamond Sense” terdiri atas Adaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB), Forward Collision Mitigation (FCM), Lead Car Departure Notification System (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Auto Headlight, Auto Rain Sensor, dan juga Rear Camera.
Dari beragam fitur tersebut, ada teknologi yang membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan depan yakni Forward Collision Mitigation (FCM). FCM adalah fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi. Bahkan ketika pengemudi tidak respon, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan.
Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun merupakan bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors bernama Diamond Sense yang terdapat pada beberapa model mobil penumpang terbaru.
Manfaat FCM dalam berkendara sehari-hari akan sangat membantu dalam berbagai kondisi, seperti lalu lintas macet stop and go, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, situasi pengemudi kurang responsif akibat kelelahan, dan bisa mencegah kecelakaan akibat keterlambatan reaksi.
“Ini kan sebetulnya bagian dari ADAS ya. Jadi, sistem kerjanya itu nggak beda sama ADAS manapun. Dia punya sensor di spion depan, bagian atas yang selalu membuat sonar atau radar ke depan," ujar Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, dikutip Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, sensor itu terhubung dengan sistem pengereman.
"Nah, untuk jarak sensor di FCM, itu juga sama pola kerjanya sama Adaptive Cruise Control, bisa di-setting sensitivitinya. Tapi, FCM bedanya sama Adaptive Cruise Control, Cruise Control bisa diatur jaraknya. Tapi, FCM akan kerja secara otomatis. Ini non-cancel feature. Jadi, dia akan selalu on di mana-mana,” tuturnya.