Menurut CEVM, harga yang ditawarkan jauh di bawah harga ritel asli (MSRP) akibat persaingan yang sangat ketat di China.
“Harga mobil baru yang lebih rendah turut menekan harga mobil bekas,” ucap Gersl.
“Tim kami yang berbasis di Shanghai terus mencari peluang tersebut. Kami sering menemukan mobil dengan jarak tempuh sekitar 6.000 km yang dijual dengan harga 40% lebih rendah dari harga resmi di China,” tuturnya.
Di China, beberapa model mengalami penurunan nilai lebih dari 40% dalam kurun waktu tiga tahun. Sementara merek lain mampu mempertahankan nilainya dengan jauh lebih baik.
(Erha Aprili Ramadhoni)