Sistem e-Power yang tersemat berbeda dengan sistem hybrid konvensional, karena mesin bensin pada mobil tidak terhubung langsung dengan roda. Mesin bensin 1,5 liter turbo berfungsi sebagai generator yang menghasilkan listrik untuk mengisi baterai. Tenaga listrik tersebut kemudian digunakan motor listrik untuk menggerakkan roda.
"Teknologi ini menjadi pembeda utama X-Trail e‑POWER dengan SUV lain di kelasnya,” ujar Head of Sales and Product Planning Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI), Bima Aristantyo.
X-Trail e-Power with e-4orce menggunakan dua motor listrik yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang. Motor listrik depan menghasilkan tenaga 203 PS, sedangkan motor belakang menghasilkan 135 PS. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 7,2 detik.
Teknologi e-4orce juga dipadukan lima pilihan mode berkendara, yaitu Eco, Auto, Sport, Snow, dan Off-Road yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Nissan turut membekali X-Trail dengan e-Pedal 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi dan perlambatan menggunakan satu pedal dengan menyesuaikan tekanan pada pedal akselerator.