Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Tips Perawatan Mesin Diesel agar Tetap Irit BBM

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 04 Agustus 2026 |20:02 WIB
6 Tips Perawatan Mesin Diesel agar Tetap Irit BBM
6 Tips Perawatan Mesin Diesel agar Tetap Irit BBM (Ilustrasi)
A
A
A

TANGERANG - Pemilik kendaraan diesel kini dihadapi dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Naiknya harga BBM dapat membuat biaya operasional membengkak.

Namun, untuk menekan biaya operasional yang membengkak, kondisi mesin harus tetap terawat. Pasalnya, mesin yang tidak dirawat dapat bekerja kurang optimal sehingga meningkatkan konsumsi BBM sekaligus memperbesar risiko kerusakan.

Mesin diesel modern saat ini telah memiliki berbagai komponen yang saling berkaitan untuk menentukan performa maksimal. Ketika salah satu komponen tidak bekerja dengan baik, efisiensi mesin pun dapat ikut terpengaruh. Karena itu, perawatan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kendaraan diesel supaya tetap bekerja secara optimal. 

"Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan. Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang," ujar Tim Brand Owner Pertamina Fastron, Mulianto, di arena GIIAS 2026, dikutip Selasa (4/8/2026). 

"Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan,” ujar Mulianto.

Berikut tips-tips perawatan yang bisa diterapkan yang pemilik kendaraan diesel:

1. Ganti filter BBM secara Berkala

Filter bahan bakar berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar sehingga mempengaruhi performa mesin. 

2. Pakai BBM Sesuai Rekomendasi

Penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi membantu menjaga proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus melindungi komponen sistem injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi.

3. Jangan Tunda Ganti Oli dan Filter Oli

 Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari keausan, dan mampu mengkondisikan jelaga sisa pembakaran. Sementara fungsi filter oli menyaring sedimen atau kotoran yang ada di oli. Filter yang kotor dapat mengganggu sirkulasi oli yang ada  pada mesin. Sehingga kinerja pelumasan tidak optimal.

 

4. Bersihkan Saluran Injeksi 

Setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer pembersihan saluran injeksi dan ruang bakar (purging) disarankan  dilakukan untuk menjaga proses pembakaran tetap optimal. Gunakan cairan pembersih non-korosif. 

5. Perawatan Turbocharger & Idling

Menjaga performa dengan selalu melakukan idling selama 2-5 menit sebelum mesin dimatikan sehingga turbocharger tetap bekerja dengan optimal dan usia pakai menjadi lebih panjang.

6. Cek Sistem Pendingin Mesin

 Lakukan pengurasan sistem pendingin setelah kendaraan menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga sistem pendingin harus selalu dalam kondisi optimal. Penggantian coolant membantu mencegah overheat dan kerusakan.

Selain tips di atas, menggunakan oli dengan spesifikasi dan kekentalan yang direkomendasikan pabrikan juga penting. Oli untuk kendaraan diesel dirancang untuk bekerja mengikuti karakteristik mesin diesel modern sehingga mampu memberikan perlindungan optimal, menjaga kebersihan mesin, serta mendukung efisiensi bahan bakar. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement