Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Populasi Kendaraan di Indonesia Tembus 27,3 Juta Unit, Pasar Suku Cadang Diyakini Cerah

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2026 |17:56 WIB
Populasi Kendaraan di Indonesia Tembus 27,3 Juta Unit, Pasar Suku Cadang Diyakini Cerah
Populasi Kendaraan di Indonesia Tembus 27,3 Juta Unit, Pasar Suku Cadang Diyakini Cerah (Okezone/Erha A Ramadhoni)
A
A
A

JAKARTA - Industri otomotif Indonesia memiliki potensi besar bagi industri suku cadang. Pasalnya, populasi kendaraan di Indonesia saat ini tembus 27,3 juta unit. 

1. Industri Aftermarket

Jumlah tersebut sangat besar. Ini menjadi potensi bagi industri aftermarket untuk terus tumbuh. 

Melihat kondisi ini, komponen otomotif global, ZF Group, ekspansi di Indonesia. Ekspansi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan menunjuk PT Mitra Kencana Nusantara (MKN) sebagai distributor tunggal untuk lini produk premiumnya, TRW, di Indonesia.

Langkah ini kelanjutan dari keputusan ekspansif ZF yang telah mengakuisisi TRW ASEAN sejak 2022. Kemitraan dengan MKN ini sebagai bagian dari membidik pasar Independent Aftermarket (PC IAM) Indonesia yang nilainya ditaksir mencapai angka fantastis. 

Vice President of ZF Aftermarket and Head of Asia Pacific, Teoh Chee How, menegaskan Indonesia merupakan motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Dengan total populasi kendaraan berjalan (Vehicle in Operation/VIO) mencapai 27,3 juta unit, dengan 20,9 juta di antaranya merupakan kendaraan penumpang – Indonesia menempati eselon teratas dalam prioritas global ZF Group. ZF ingin memaksimalkan potensi ini dengan menggandeng MKN.

"Tujuan utama dari MoU ini adalah membangun sinergi kuat untuk mendominasi pasar domestik dan memaksimalkan waktu jalan kendaraan (mobility uptime) konsumen. Kami memilih MKN karena rekam jejak dan jaringan distribusi regionalnya yang sangat kuat," ujar Country Head of ZF Aftermarket Indonesia, Benny Liem, di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Suku cadang
Suku cadang

TRW memperkenalkan sejumlah produk seperti brake pad (kampas rem), disk brake (piringan rem/cakram)  dan shock absorber (peredam kejut/suspensi). Suku cadang TRW disebut diproduksi dengan standar yang setara dengan suku cadang asli (OEM), tapi dialokasikan untuk pasar aftermarket.

"Produk kami tidak dibuat secara generik, melainkan melalui proses pengujian ekstrem dan telah divalidasi spesifik agar cocok dengan 92 persen populasi mobil pabrikan Jepang di Indonesia, disesuaikan dengan beban kerja jalanan tropis dan bergelombang," tutur Benny Liem.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement