ZF optimistis dengan potensi dan dinamika pasar otomotif di Indonesia yang mengalami pergeseran perilaku konsumen. Pemilik mobil pasca-garansi resmi, kini semakin selektif dalam memilih komponen pengganti. Konsumen dinilai mencari suku cadang alternatif yang lebih terjangkau namun menolak berkompromi dengan aspek keselamatan.
Ia juga sangat optimistis pasar aftermarket di Indonesia akan terus berkembang pesat. Angka kepemilikan kendaraan bakal terus meningkat, dan kesadaran pemilik mobil akan pentingnya parts berkualitas tinggi juga semakin bertambah. Dengan reputasi global TRW, ia meyakini permintaan tidak akan melambat, justru akan tumbuh lebih kuat dalam beberapa tahun ke depan.
Benny Liem melihat peluang 5 tahun ke depan sangat agresif dengan fokus mematahkan dominasi suku cadang non-premium berharga murah yang mengabaikan faktor keselamatan. Melalui DNA keselamatan global (Safety) dan warisan Original Equipment (OE) Heritage yang dimiliki TRW, ia berkomitmen melipatgandakan variasi produk teradaptasi lokal guna mendominasi pasar mobil pabrikan Jepang (JP Car).
“Target kami tidak main-main: dari rata-rata 80% cakupan pasar mobil Jepang saat ini, ZF akan menembus di atas 90% product coverage pada 2027. Kemitraan dengan MKN adalah langkah taktis kami untuk memastikan ketersediaan produk (availability) tanpa celah dari Sabang sampai Merauke," tutur Benny Liem.
Sementara itu, CEO PT MKN, Sutjipto Kalam, siap penuh menghadapi pasar dengan ruang pertumbuhan yang luar biasa besar. Keyakinan itu didukung kesiapan infrastruktur logistik yang terus diperkuat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini, tetapi juga siap memperluas jangkauan seiring meningkatnya permintaan produk TRW di masa depan.
“Kami optimis bisa tumbuh bersama dan mendominasi pasar. Tugas kami di MKN adalah memastikan produk berkualitas tinggi dari TRW ini benar-benar bisa diakses dengan mudah oleh konsumen," tutur Sutjipto Kalam.
(Erha Aprili Ramadhoni)