JAKARTA - Membiarkan mesin mobil menyala saat parkir dampak buruk bagi kendaraan. Salah satunya adalah boros bahan bakar minyak (BBM).
Tak sedikit pengemudi yang membiarkan mesin mobil tetap menyala saat parkir. menunggu seseorang atau ketika berada di area tertentu. Padahal, ini dapat membuat konsumsi BBM boros. Terlebih di tengah kondisi naiknya harga BBM seperti saat ini.
Melansir laman Daihatsu, Selasa (16/6/2026), mesin yang tetap menyala saat mobil diam tetap membutuhkan bahan bakar untuk menjaga putaran mesin tetap stabil. Meski konsumsi BBM saat idle tidak sebesar saat mobil berjalan, kebiasaan ini tetap dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar dan komponen kendaraan dalam jangka panjang.
Saat mesin menyala dalam kondisi diam atau idle, proses pembakaran di dalam ruang mesin tetap berlangsung. Mesin membutuhkan bahan bakar untuk mempertahankan putaran mesin (RPM) agar tidak mati.
Artinya, meskipun jarum speedometer menunjukkan angka nol dan mobil tidak bergerak sama sekali, bahan bakar tetap dikonsumsi.
Besarnya konsumsi BBM saat idle dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut adalah kapasitas mesin kendaraan, kondisi mesin, penggunaan AC, beban kelistrikan kendaraan, serta teknologi mesin yang digunakan.
Semakin besar kapasitas mesin dan semakin banyak perangkat yang bekerja, konsumsi bahan bakar saat idle biasanya akan semakin tinggi.
Secara umum, mobil bensin modern mengonsumsi sekitar 0,5 hingga 1 liter BBM per jam saat idle. Misalnya, kondisi idle tanpa AC estimasi konsumsi BBM 0,5-0,8 liter per jam. Kondisi idle dengan AC menyala konsumsi BBM diperkirakan 0,7-1 liter per jam. Bahkan jika mobil menggunakan mesin besar berkapasitas 1,8 L ke atas, konsumsi BBM-nya bisa lebih dari 1 liter per jam.
Selain meningkatkan konsumsi BBM, kebiasaan ini juga dapat memberikan beberapa dampak lain. Berikut dampak mesin tetap menyala saat parkir:
Mesin yang terus bekerja akan tetap menghasilkan panas dan gesekan antar komponen. Semakin lama mesin hidup, semakin cepat oli mengalami siklus kerja sehingga masa pakainya bisa berkurang.
Meski kendaraan tidak bergerak, proses pembakaran tetap menghasilkan emisi. Jika dilakukan di area tertutup, gas buang bahkan dapat membahayakan kesehatan.
Komponen seperti busi, injektor, kipas pendingin, dan sistem pendingin tetap bekerja selama mesin hidup. Penggunaan yang tidak perlu tentu akan menambah jam kerja komponen tersebut.
Pada kendaraan yang sistem pendinginnya tidak optimal, membiarkan mesin menyala terlalu lama dapat meningkatkan risiko temperatur mesin naik secara berlebihan.
(Erha Aprili Ramadhoni)