Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hyundai Kembangkan Robot Humanoid Atlas, Siap Dipekerjakan di Pabrik Mulai 2028

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |14:14 WIB
Hyundai Kembangkan Robot Humanoid Atlas, Siap Dipekerjakan di Pabrik Mulai 2028
Hyundai Kembangkan Robot Humanoid Atlas, Siap Dipekerjakan di Pabrik Mulai 2028 (Dok Hyundai Motor Group)
A
A
A

JAKARTA - Hyundai Motor Group memperkenalkan robot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Robot bernama Atlas ini rencananya dikerahkan pada fasilitas pabrik dalam beberapa tahun mendatang. 

Humanoid Atlas yang merupakan hasil kolaborasi dengan Boston Dynamics ini diperkenalkan pada ajang  Consumer Electronics Show 2026 (CES 2026) di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Ini bersamaan dengan strategi AI robotics yang diungkap Hyundai Motor Group. 

Berdasarkan strategi tersebut, Hyundai Motor Group memiliki visi memimpin Physical AI yang berorientasi pada manusia dengan memanfaatkan rantai nilai Group secara menyeluruh serta portofolio produk yang luas. Physical AI merujuk pada perwujudan teknologi yang mengumpulkan data melalui hardware di lingkungan nyata untuk mengambil keputusan secara otonom, mencakup berbagai bidang seperti robotika, pabrik pintar, dan kendaraan otonom.
 
Hyundai Motor Group akan membangun siklus peningkatan berkelanjutan dengan mendigitalisasi data di lapangan untuk pembelajaran AI dan menerapkannya kembali pada produk. Pendekatan ini memungkinkan perluasan industri, dari mobilitas hingga robotika.

Robot humanoid Atlas menghadirkan terobosan dalam inovasi robotika yang dirancang untuk penerapan pada skala industri. Sebagai humanoid serbaguna, Atlas dikembangkan agar bisa terintegrasi dengan fasilitas yang sudah ada, sehingga memberikan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus mengutamakan aspek keselamatan, keandalan, dan prediktabilitas.

Prototipe Atlas berfungsi sebagai model riset yang menguji kapabilitas inti penting bagi pengembangan produk di masa depan. Dilengkapi dengan sendi rotasi dan sensor canggih, Atlas mampu bermanuver di lingkungan industri yang kompleks, menjalankan tugas-tugas repetitif, serta memanfaatkan pembelajaran berbasis AI untuk beradaptasi secara cepat dengan peran baru. Desain mekanisnya memungkinkan pergerakan yang dinamis, sehingga Atlas dapat beroperasi di ruang-ruang yang selama ini dirancang untuk manusia.

Atlas dibekali 56 derajat kebebasan gerak sebagian besar menggunakan sendi rotasi penuh serta tangan berukuran setara manusia yang dilengkapi sensor sentuhan. Atlas dirancang menangani tugas-tugas berat secara otonom. Robot ini mendukung berbagai aplikasi, termasuk material sequencing, perakitan, dan pengoperasian mesin, sambil tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kolaborasi di ruang kerja.

 

Atlas dapat beroperasi secara mandiri sejak hari pertama, lengkap dengan fitur seperti penggantian baterai otomatis dan kemampuan beroperasi secara kontinu. Atlas mampu mengangkat beban hingga 50 kg. Atlas tahan air dan dirancang untuk proses pembersihan (washdown), sehingga tetap beroperasi termasuk pada kapasitas kekuatan penuh di rentang suhu antara -20°C hingga 40°C.

Hyundai Motor Group memproyeksikan bahwa robot humanoid akan menjadi segmen terbesar dalam pasar Physical AI di masa depan. Group juga telah menetapkan target untuk memproduksi model produk Atlas secara massal, serta menerapkannya secara luas di berbagai lokasi industri sebagai robot humanoid siap produksi.

Untuk mewujudkannya, Hyundai Motor Group berencana mengintegrasikan Atlas ke dalam jaringan globalnya, termasuk Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA) di Savannah, Georgia. Hal tersebut agar robot ini dapat menjalankan tugas nyata langsung di lapangan.

Penerapan Atlas akan diperluas secara bertahap melalui validasi proses produksi. Mulai 2028, Atlas akan digunakan pada proses yang telah terbukti memberikan manfaat dari sisi keselamatan dan kualitas, seperti parts sequencing. Pada 2030, penerapannya akan diperluas ke perakitan komponen. Seiring waktu, Atlas juga akan menangani pekerjaan dengan gerakan repetitif, beban berat, serta operasi kompleks lainnya, guna menciptakan lingkungan kerja pabrik yang lebih aman bagi karyawan. Setelah kinerjanya tervalidasi, Group menargetkan perluasan penggunaan Atlas secara bertahap ke seluruh fasilitas produksi.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement