YouTube mengatakan mereka akan mengaktifkan kembali akun Trump ketika ancaman "kekerasan dunia nyata" berkurang.
Seperti diketahui, Trump telah dilarang oleh berbagai media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook dan YouTube setelah kerusuhan Capitol pada Januari lalu.
(Baca juga: Ingin Belajar Bahasa Korea? Aplikasi Ini Bisa Membantu Anda)
Twitter, tempat Trump memiliki 88 juta pengikut, telah melarangnya secara permanen.
(Amril Amarullah (Okezone))