HASIL penelitian terbaru mengungkapkan ledakan yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon, beberapa waktu lalu merupakan ledakan terbesar non-nuklir terbesar dalam sejarah.
Para insinyur dari Universitas Sheffield di Inggris memperkirakan ledakan pada 4 Agustus itu setara dengan letusan 500 hingga 1.100 ton TNT. Ledakan ini dinilai sekira 1/20 dari ukuran bom atom yang dijatuhkan di Hirosima, Jepang.
Baca juga: Netizen Riuh Keluhkan Internet Mati pada Pukul 11.40 WIB
Hal ini berdasarikan hasil penelitian kelompok riset dari Blast and Impact Engineering. Mereka mempelajari video ledakan yang tersebar melalui media sosial dan memperkirakan kekuatan ledakan saat gelombang kejut menyebar ke seluruh Ibu Kota Lebanon.
Ledakan yang disebabkan 3.000 ton amonium nitrat tersebut menewaskan 193 orang, 6.500 orang terluka, pelabuhan dan bangunan lainnya rusak hingga kerugian ditafsir miliaran dolar.
Hanya hitungan milidetik, ledakan itu melepaskan energi setara 1GWh. "Ini sama dengan energi per jam yang dihasilkan oleh 3 juta panel surya atau 400 turbin angin," jelas hasil penelitian tersebut, sebagaimana dikutip dari Fox News, Rabu (7/10/2020).