Dosen senior Blast and Impact Engineering di University of Sheffield, Dr Sam Rigby, mengatakan ingin menggunakan keahliannya di bidang teknik ledakan untuk membantu memahami apa yang sebenarnya terjadi di Beirut. Hal ini sekaligus memberikan data untuk persiapan apabila ledakan serupa terjadi lagi.
Baca juga: Kisah Haru, Seorang Perempuan Tulis Obituari Anjing Kesayangannya di Koran Lokal
"Dengan memahami lebih banyak kekuatan ledakan tidak disengaja berskala besar seperti yang terjadi di Beirut, kami dapat mengembangkan prediksi yang akurat tentang bagaimana pengaruhnya terhadap bangunan dan jenis cedera yang mungkin terjadi berdasarkan jarak dari ledakan," kata Sam.
Ledakan Beirut terjadi ketika Lebanon bergulat dengan kondisi ekonomi dan keuangan yang buruk dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini semakin diperburuk dengan wabah virus corona (covid-19).
(Hantoro)