Kebijakan otoritas China memang membatasi kegiatan produksi manufaktur, yang melibatkan aktivitas manusia dalam jumlah besar di satu tempat terkait wabah korona. Produsen otomotif mengikuti arahan tersebut dengan memperpanjang libur Imlek, hingga 9 Februari mendatang dan baru memulai kegiatannya sehari kemudian.
Permasalahan menipisnya suku cadang buatan China tersebut, juga dialami oleh produsen lain seperti Toyota. Perusahaan asal Jepang itu melaporkan tengah melakukan pendataan terkait stok komponen yang dibutuhkan dalam produksinya di sejumlah lokasi.

Alternatif yang ditawarkan dari fenomena ini adalah pengalihan suplai kendaraan dengan mengalihkan permintaan, kepada pabrikan dari negara yang tergolong aman. Penyedia komponen perangkat rem untuk Honda, Ftech bahkan memindahkan perakitan suku cadang dari China menuju Filipina sejak pekan lalu.
(Mufrod)