Baca juga: Ketahui Sejarah Penemuan Angka Nol yang Penuh Liku
Pada awal 1660-an, para matematikawan mencatat bahwa cermin berpotensi berguna untuk teleskop, bukan lensa. James Bradley menggunakan pengetahuan ini untuk membangun teleskop refleksi pertama di tahun 1721.
Cermin modern yang digunakan sekarang ditemukan oleh Ahli Kimia Jerman, Justus von Liebig, pada 1835. Ia mampu menciptakan lapisan perak yang sangat tipis di kaca melalui pengurangan kimia dari nitrat perak. Proses ini kemudian membuat cermin menjadi lebih terjangkau dan berkualitas tinggi, serta tersedia untuk para masyarakat untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, ternyata tidak semua orang senang dengan penemuan cermin. Pada 1970, ketika seorang antropolog memperkenalkannya kepada orang Biami di Papua Nugini, suku tersebut tidak merasa tertarik melainkan ketakutan melihat refleksinya sendiri.
(Ahmad Luthfi)