JAKARTA - Orang-orang pada zaman dahulu mungkin pertama kali melihat refleksi atau pantulan wajahnya di genangan air, sungai, atau danau. Namun, cermin modern tercipta pada abad ke-19, dan cermin yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu.
Menurut ilmuwan Dr. Jay Henokh dalam jurnal Optometry and Vision Science, masyarakat di Anatolia (Turki) membuat cermin dari tanah dan obsidian yang dipoles (kaca vulkanik) pada 8.000 tahun silam.
Mesopotamia (Irak) dan Mesir juga menciptakan cermin dari tembaga yang dipoles pada 4.000 hingga 3.000 SM. Lalu, cermin dari polesan batu muncul di Amerika Tengah dan Selatan 1.000 tahun kemudian, sementara di China dan India terbuat dari perunggu pada saat itu.
Baca juga: Yuk Kenalan! Ini Sejarah Proyektor Film Pertama
Pada abad pertama Masehi, penulis Romawi, Pliny the Elder, menyinggung penggunaan cermin kaca pertama kali dalam ensiklopedinya, Natural History. Namun, cermin tersebut tampaknya tidak pernah digunakan secara umum di masa itu.
Abad ke-16, di Venesia telah hadir cermin kaca pertama yang menggunakan penyokong timah-merkuri, menghasilkan refleksi dengan kualitas yang sangat serupa dengan cermin modern saat ini. Pada masa itu, cermin tersebut sangatlah mahal karena bahannya berkualitas tinggi.
Akhirnya, orang-orang Prancis berhasil mempelajari bagaimana pembuat kaca Venesia membuat cermin. Ketika mereka mulai memproduksinya, harga cermin di Eropa Barat menurun drastis.