Genggam setang dengan baik menggunakan seluruh jari tangan agar kendali terhadap sepeda motor tetap optimal. Hindari kebiasaan menempelkan jari pada tuas rem secara terus-menerus saat motor melaju. Posisi tangan yang benar membantu pengendara lebih nyaman dan tetap siap saat harus melakukan pengereman.
Duduk dengan posisi tubuh tegak namun rileks. Pastikan pinggul bertumpu dengan baik di atas jok agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Hindari posisi membungkuk karena dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.
Posisi kaki perlu diperhatikan sesuai jenis sepeda motor yang digunakan. Pada motor skutik, kaki sebaiknya lurus ke depan dan rapat. Sementara pada motor bebek dan sport, kaki harus selalu berada di atas pijakan kaki. Khusus motor sport, lutut dapat menjepit ringan tangki bahan bakar untuk membantu menjaga kestabilan berkendara.
Penerapan posisi berkendara yang benar tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu pengendara mempertahankan fokus selama perjalanan. Tubuh berada dalam posisi ergonomis sehingga tidak cepat mengalami kelelahan.
“Ketika posisi berkendara sudah benar, tubuh tidak mudah mengalami kelelahan. Otot bekerja lebih optimal, pengendara lebih nyaman, dan konsentrasi dapat terjaga lebih lama. Hal ini penting untuk mengurangi risiko munculnya rasa lelah saat berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Agus Sani.
Posisi berkendara yang benar membantu tubuh tetap nyaman, menjaga fokus lebih lama, mengurangi risiko kelelahan, serta meningkatkan kemampuan pengendara dalam mengantisipasi berbagai potensi bahaya. Dengan kondisi fisik yang lebih siap dan konsentrasi terjaga, risiko kecelakaan fatal dapat diminimalkan. Karena itu, selalu biasakan menerapkan cari aman saat berkendara demi Wujudkan Safety Indonesia.
(Erha Aprili Ramadhoni)