JAKARTA - Keselamatan berkendara motor tidak hanya ditentukan kondisi kendaraan atau kepatuhan terhadap aturan lalu lintas semata. Faktor sederhana yang sering luput dari perhatian, yaitu posisi tubuh saat sedang berkendara, yang ternyata berperan dalam menjaga kenyamanan, fokus, hingga keselamatan selama perjalanan.
Banyak pengendara yang tanpa sadar memiliki kebiasaan duduk membungkuk, menggantungkan kaki, atau memegang setang dalam kondisi tegang. Padahal, posisi berkendara yang kurang tepat membuat tubuh lebih cepat lelah, mengurangi konsentrasi, hingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), menekankan pentingnya menerapkan teknik berkendara yang aman, termasuk memperhatikan posisi berkendara.
“Banyak pengendara yang hanya fokus pada kondisi kendaraan dan perlengkapan berkendara, namun melupakan pentingnya posisi berkendara. Padahal, posisi berkendara membantu menjaga keseimbangan, meningkatkan kenyamanan, serta membuat pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi. Karena itu, budaya cari aman perlu dimulai dari kebiasaan sederhana,” kata Head of Safety Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, dikutip Selasa (30/6/2026).
Untuk membantu pengendara mendapatkan posisi berkendara yang ideal, terdapat beberapa bagian tubuh yang perlu diperhatikan selama berkendara. Berikut 5 bagian tubuh yang perlu diperhatikan saat berkendara:
Saat berkendara, pastikan pandangan selalu fokus ke arah depan dan melihat lebih jauh ke kondisi lalu lintas yang akan dilalui. Hindari terlalu sering melihat ke bawah atau ke panel instrumen karena dapat mengurangi kemampuan dalam mengantisipasi potensi bahaya.
Posisi bahu sebaiknya tetap rileks dan tidak tegang agar tubuh lebih nyaman selama perjalanan. Selain membantu mengurangi rasa lelah, bahu yang santai juga memudahkan pengendara dalam mengendalikan sepeda motor. Pastikan siku sedikit menekuk agar pergerakan tangan lebih fleksibel saat bermanuver.