Sekjen AISI Sebut Indonesia Punya Peluang Ekspor Motor Listrik ke Afrika, Ini Sebabnya!

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis
Senin 16 Oktober 2023 15:12 WIB
Peluang Indonesia ekspor motor listrik disebut besar (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Hari Budianto menyebut Indonesia punya peluang ekspor lebih besar. Pernyataan tidak lepas karena kualitas produk yang dihasilkan di Tanah Air cukup baik.

Diketahui bahwa jumlah ekspor sepeda motor dari Indonesia mengalami penurunan tahun ini. Hari menyebut hal tersebut karena dipengaruhi oleh banyaknya negara yang hanya mengekspor komponen dari Indonesia untuk dirakit di negaranya.

Kendati begitu, Hari menegaskan Indonesia masih memiliki peluang pasar baru untuk ekspor sepeda motor, seperti Afrika. Menurutnya, Afrika memiliki pasar yang sangat bagus dan siap menerima ekspor dari Indonesia.

“Saya gak ngomong brand per brand ya, tetapi ada peluang (ekspor) yang utama justru di Afrika, Eropa Selatan, Amerika Latin. Di deket-deket kita, di ASEAN saja sama Asia Selatan ini cukup banyak,” kata Hari saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain banyaknya negara yang sudah merakit sendiri alias CKD, kendala lain ekspor sepeda motor adalah standar yang berbeda di setiap negara. Untuk itu, Hari mengungkapkan bahwa AISI dan pemerintah sedang berupaya menyetarakan standar agar lebih mudah memasarkan motor asal Indonesia.

“Kendala ekspor apa sih sebenerya? Ya standar. Jadi ada standar Euro misalnya, berusaha segala macem dari anggota kita bersama dengan pemerintah bagaimana menerapkan harmonisasi terhadap standar-standar nasional,” ujarnya.

“Jadi tuh kita enggak hanya unik, kalau (motor) kita keluar kan dapet (standar) yang sama. Sehingga kalau menggunakan aturan yang sama dengan internasional, kita membuka peluang untuk menjual ke sana (global),” sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya