JAKARTA - Apple kabarnya tengah menyiapkan layanan terbaru, yakni penyewaan perangkat iPhone dengan durasi satu bulan, ini memungkinkan orang bisa mengakses smartphone tersebut tanpa harus membeli.
Dikutip dari Phone Arena, Rabu (6/4/2022), bicara mengenai tarif sewanya, disebutkan jika harga yang dipatok sebesar 35 dolar Amerika per bulan atau senilai Rp500 ribuan.
Kabar ini, muncul karena laporan jurnalis asal Bloomberg Mark Gurman yang juga seorang pembocor teknologi, dia menjelaskan bahwa Apple akan membuat layanan baru untuk para pembeli iPhone serta perangkat keras lainnya dengan metode berlangganan.
Layanan yang dimaksud artinya pengguna akan membayar biaya setiap bulannya dan mendapatkan iPhone pilihan mereka dengan peningkatan gratis saat model baru diumumkan.
Kabar terbarunya, perangkat iPhone akan disewakan mulai dari 35 dolar per bulan atau Rp500 ribuan dan bahkan bisa lebih murah.
Untuk iPhone 13 biaya sewanya sehara 35 dolar atau Rp500 ribuan, iPhone 13 Pro 45 dolar atau Rp646 ribu dan iPhone 13 Pro Max 50 dolar atau Rp718 ribu per bulan.
Program ini juga dapat mencakup layanan lain seperti program berlangganan layanan Apple One dan paket dukungan teknis AppleCare. Motif Apple di balik program ini tentunya untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan.
Laporan tahun 2019 mengatakan bahwa program semacam itu akan memungkinkan perusahaan menghasilkan pendapatan berulang.
Pengguna Apple biasanya meng-upgrade iPhone mereka setiap tiga tahun, yang berarti akan menghabiskan sekitar 825 dolar atau setara Rp11 juta setiap tiga tahun untuk ponsel Apple.
Sebaliknya, saat seseorang yang menggunakan iPhone sebagai layanan sewa, mereka dapat membayar 1.260 dolar selama tiga tahun. Saat pengguna mengupgrade ke model baru, Apple dapat menjual perangkat bekas di pasar sekunder dan menghasilkan lebih banyak uang.
Keuntungan bagi konsumen adalah mereka tidak perlu membayar uang dengan jumlah besar di muka dan dapat dengan mudah meng-upgrade ke model terbaru setiap tahun. Program ini diharapkan mulai bisa digunakan pada akhir 2022 atau awal 2023.
(Ahmad Muhajir)