Sebutan "motor bebek" pun bukan tanpa makna. Nama tersebut lahir dari desain fisik khas yang menyerupai bebek, sekaligus perjalanan panjang sejarah motor moped Eropa hingga meraih popularitas besar di Asia lewat Honda Super Cub. Dengan karakteristik rangka underbone, efisiensi bahan bakar, dan struktur yang praktis, motor bebek tetap menjadi pilihan favorit banyak masyarakat. Karena itu, di balik motor bebek yang biasa ditemui di jalan, tersimpan warisan desain sekaligus budaya otomotif yang panjang.
Penamaan motor bebek tidak lepas dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang memberi sebutan pada benda asing dengan nama hewan atau benda lain yang lebih akrab di telinga. Kebiasaan serupa juga terjadi pada Toyota Kijang Innova generasi pertama facelift kedua yang dijuluki "Kijang Innova Barong", karena desain gril depannya menyerupai mulut Barong, karakter mitologi khas Bali.
Contoh lain adalah Toyota Yaris generasi awal yang disebut "Yaris Bakpao" lantaran bentuknya membulat menyerupai bakpao.
Meski kini banyak motor bebek telah bertransformasi dengan desain fairing yang lebih beragam, sebutan "motor bebek" tetap melekat di Indonesia hingga sekarang. Jarang ditemui pengguna motor jenis ini menyebutnya sebagai moped, cub, apalagi step-through, istilah yang justru lebih umum digunakan di negara lain.
(Erha Aprili Ramadhoni)