JAKARTA - Sedan listrik Yangwang U7 menjalani uji ketahanan sejauh 30 ribu km dalam waktu sekitar 8 hari. Dalam rentang waktu itu, model yang diproduksi sub brand BYD itu juga lebih dari 350 kali diisi daya cepat. Hasilnya, terungkap kapasitas baterai Yangwang U7 setelah pengujian tersebut.
Yangwang U7 model 2026 adalah model pertama BYD yang menggunakan teknologi Blade Battery 2.0. Model itu diuji ketahanan dalam waktu 8 hari, 19 jam, dan 58 menit.
General Manager Yangwang, Hu Xiaoqing, menegaskan keaslian uji coba tersebut. Ia menyatakan, kendaraan yang diuji adalah model produksi standar yang dipilih secara acak dari gerai ritel, bukan mobil konsep, kendaraan dengan penyetelan khusus, ataupun versi modifikasi. Hu lebih lanjut menyatakan, Yangwang terbuka terhadap verifikasi dan pengujian dari berbagai lembaga independen maupun individu.
Uji ketahanan ini dilaksanakan di Nanning, sebuah kota di China bagian selatan. Selama pengujian, suhu rata-rata melebihi 36°C dengan kelembapan relatif mencapai 80%. Kendaraan melaju dengan kecepatan konstan 240 km/jam, sementara sistem pendingin udara (AC) terus beroperasi pada suhu 24°C sepanjang pengujian.
Selama uji ketahanan tersebut, U7 menjalani lebih dari 350 siklus pengisian daya cepat (flash charging_. Setelah pengujian selesai, tingkat retensi kapasitas baterai tetap berada di angka 98,7%.
Menurut pihak perusahaan, Yangwang telah mengerahkan total 758 unit kendaraan uji untuk U7 sebelum peluncurannya ke pasar, dengan akumulasi jarak tempuh pengujian nyata mencapai 10,49 juta km.