JAKARTA - Viral di media sosial (medsos) video menampilkan komponen bagian bawah mobil listrik BYD Tang terlepas saat menerobos banjir di Shenyang, China, pada Senin (13/7/2026). Meski begitu, kendaraan tersebut tetap melaju.
Warganet menduga komponen tersebut adalah bagian motor listrik. Melansir Car News China, Selasa (14/7/2026), diketahui komponen yang terlepas dan jatuh tersebut adalah pelat pelindung bawah, bukan rakitan motor listrik fisik.
"Terlepasnya pelindung plastik atau komposit yang besar adalah hasil mekanis yang diketahui dari tekanan hidrodinamik tinggi yang terjadi ketika kendaraan menerobos banjir yang dalam. Karena kendaraan tetap memiliki daya operasional dan lampu belakang yang berfungsi, sistem kelistrikan internal tetap utuh," demikian laporan tersebut.
Dari perspektif teknik otomotif, melepaskan motor listrik saat mengemudi adalah hal yang mustahil tanpa menyebabkan pemadaman listrik secara instan. Saluran listrik tegangan tinggi berwarna oranye dan saluran pendingin menghubungkan sistem penggerak langsung ke sasis.
Jika terjadi benturan struktural, saluran tersebut akan langsung putus. Hal ini akan segera mengaktifkan mekanisme keselamatan kesalahan isolasi, yang mengakibatkan pemadaman listrik.
Selain itu, sistem penggerak mentransfer energi ke roda melalui poros setengah logam. Jika rumah motor jatuh, poros yang berputar ini akan bengkok atau putus sepenuhnya, mengunci roda dan menghentikan kendaraan.
Namun sebaliknya, video tersebut menunjukkan kendaraan tetap meluncur di dalam air. Ini menunjukkan unit penggerak tetap berada di tempatnya dengan aman di ruang mesin.
Belum lama ini atau lima 5 hari sebelum viralnya video tersebut, Wakil Presiden Eksekutif BYD, He Zhiqi, menerbitkan ringkasan keselamatan pada 8 Juli 2026. Ia memperingatkan batasan antara ketahanan perangkat keras dan kebiasaan mengemudi yang berisiko.
Ia mencatat, meskipun baterai Blade yang tertanam pada mobil BYD memiliki ketahanan air IP67 dan IP68, yang memungkinkan terendam pada kedalaman 1 meter selama 24 jam tanpa kebocoran, spesifikasi ini adalah batas keselamatan teknik, bukan pedoman operasional.
Pengemudi sering melebih-lebihkan peringkat ini. Akibatnya, pengemudi memperlakukan kendaraan keluarga seperti kendaraan amfibi.
Ini mencerminkan pola pemilik mobil mencoba mengambil risiko saat banjir, seperti kejadian sebelumnya saat BYD Yangwang U8 melewati air banjir yang dalam selama Topan Super Ragasa. BYD menyarankan, jika ketinggian air menutupi lebih dari setengah ban, pengemudi harus menghindari area tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)