Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Respons BYD Usai Masuk Daftar Hitam AS

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 11 Juni 2026 |20:42 WIB
Respons BYD Usai Masuk Daftar Hitam AS
Respons BYD Usai Masuk Daftar Hitam AS (Car News China)
A
A
A

JAKARTA - BYD buka suara soal masuknya perusahaan otomotif asal China itu dalam daftar hitam Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS). BYD mempertanyakan dasar dimasukkannya brand tersebut ke daftar hitam. 

BYD menolak dimasukkannya perusahaan tersebut dalam daftar terbaru Perusahaan Militer China yang dikeluarkan Departemen Pertahanan AS. Alasannya, penetapan tersebut tidak memiliki justifikasi dan tidak akan secara material memengaruhi operasinya, menurut Cnstock.

Tanggapan ini muncul setelah Pentagon menerbitkan daftar terbaru Bagian 1260H yang mencakup 80 perusahaan induk dan 188 entitas China. Daftar itu diperluas hingga ke sektor kendaraan listrik, baterai, kecerdasan buatan, dan kendaraan otonom di China. 

Melansir Car News China, Kamis (11/6/2026), dalam pengumuman yang dirilis pada 9 Juni, BYD menyatakan mereka bukanlah perusahaan militer China maupun perusahaan gabungan militer-sipil yang terkait industri pertahanan China. Produsen mobil tersebut mengatakan  tidak ada dasar yang sah untuk dimasukkannya perusahaan tersebut dan menekankan bahwa penetapan tersebut bukan merupakan tindakan sanksi.

Perusahaan menambahkan, pencatatan tersebut tidak akan memengaruhi operasi bisnis normal, hubungan komersial, atau aktivitas perdagangan sekuritasnya. BYD juga menyatakan, pembatasan yang terkait pengadaan Departemen Pertahanan AS tidak akan secara material memengaruhi bisnisnya.

"(BYD) mungkin akan memulai prosedur peninjauan atau tindakan hukum untuk meminta penghapusan dari daftar tersebut," katanya.

 

Tidak seperti sanksi Departemen Keuangan AS atau langkah-langkah pengendalian ekspor Departemen Perdagangan, daftar Bagian 1260H tidak secara otomatis membekukan aset, melarang transaksi komersial, atau melarang perdagangan sekuritas. 

Dampak paling langsungnya terkait dengan pembatasan pengadaan Departemen Pertahanan, sekaligus meningkatkan pengawasan kepatuhan seputar perusahaan yang terdaftar.

Pentagon sebelumnya berpendapat, perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan ekosistem industri militer China atau inisiatif fusi militer-sipil.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement