Untuk menyaksikan Blue Moon tidak memerlukan alat optik khusus. Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan pelindung mata, Blue Moon aman dilihat langsung dengan mata telanjang. Namun, agar pengalaman pengamatan lebih maksimal, berikut beberapa tips dari para ahli:
Cari Lokasi yang Minim Polusi Cahaya: Jika Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, cahaya lampu jalan bisa sedikit menyamarkan detail permukaan bulan. Pergilah ke area yang lebih gelap untuk melihat kontras bulan yang lebih tajam.
Pantau Kondisi Cuaca: Tentu saja, musuh utama pengamat langit adalah awan mendung. Pastikan Anda memantau update cuaca dari aplikasi BMKG di wilayah Anda sebelum bersiap-siap.
Gunakan Alat Bantu (Opsional): Jika Anda memiliki teropong binokular atau teleskop kecil, Anda bisa melihat detail kawah-kawah bulan dengan lebih jelas.
Fotografi: Bagi Anda pengguna ponsel pintar, gunakan tripod untuk menjaga kestabilan saat mengambil gambar bulan agar hasilnya tidak kabur.
Jadi, sempatkan waktu sejenak pada malam 31 Mei nanti untuk menengadah ke langit dan menyaksikan keindahan Bulan Biru terakhir di tahun ini. Selamat mengamati!