Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar Fenomena Langit Mei 2026 yang Bisa Dilihat di Indonesia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2026 |12:53 WIB
Daftar Fenomena Langit Mei 2026 yang Bisa Dilihat di Indonesia
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Memasuki bulan Mei 2026, para pecinta astronomi dan pengamat langit di Indonesia akan dapat menyaksikan berbagai pertunjukan alam yang menakjubkan. Bertepatan dengan mulainya transisi menuju musim kemarau di sebagian besar wilayah tanah air, kondisi langit yang cenderung lebih cerah, menjadikannya layar besar untuk menyaksikan benda-benda langit.

Berdasarkan data astronomis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan sumber-sumber lainnya, berikut adalah daftar fenomena langit yang tidak boleh Anda lewatkan sepanjang Mei 2026:

1. Puncak Hujan Meteor Eta Aquariid (5-6 Mei)

Salah satu pertunjukan utama bulan ini adalah hujan meteor Eta Aquariid. Fenomena ini berasal dari puing-puing Komet Halley yang legendaris. Puncaknya diperkirakan terjadi pada dini hari tanggal 5 dan 6 Mei 2026.

Di Indonesia, waktu pengamatan terbaik adalah mulai pukul 02.00 WIB hingga menjelang subuh. Meteor-meteor ini akan tampak seolah-olah memancar dari rasi bintang Aquarius. Beruntungnya, pada tanggal tersebut bulan sudah terbenam lebih awal, sehingga langit yang gelap akan memudahkan kita melihat guratan meteor dengan mata telanjang.

2. Okultasi Antares oleh Bulan (22 Mei)

Fenomena langka yang patut dinantikan adalah okultasi bintang Antares. Okultasi terjadi ketika Bulan bergerak tepat di depan bintang Antares, sehingga bintang paling terang di rasi Scorpio tersebut akan tampak menghilang sejenak di balik piringan Bulan.

Fenomena ini dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia pada malam hari tanggal 22 Mei 2026.

Durasi hilangnya Antares bergantung pada lokasi pengamat, namun umumnya berlangsung selama sekitar satu jam sebelum Antares muncul kembali dari sisi lain Bulan.

3. Fenomena "Blue Moon" (31 Mei)

Mei 2026 menjadi bulan yang istimewa karena memiliki dua kali fase Bulan Purnama. Bulan Purnama pertama telah terjadi pada tanggal 1 Mei, dan Bulan Purnama kedua akan menyusul pada 31 Mei 2026.

Dalam istilah astronomi populer, purnama kedua dalam satu bulan kalender yang sama disebut sebagai "Blue Moon". Meski namanya "Blue Moon", Bulan tidak akan benar-benar berwarna biru; ia tetap akan tampak bersinar dengan warna perak keemasan seperti biasanya, namun kejadian ini cukup jarang terjadi (rata-rata setiap 2,5 tahun sekali).

 

4. Konjungsi Planet di Langit Subuh

Sebelum matahari terbit, planet Mars dan Saturnus akan menghiasi langit timur sepanjang bulan Mei. Pada pertengahan bulan, kedua planet ini akan tampak berdekatan dengan Bulan sabit, membentuk konfigurasi segitiga yang indah dan dapat diabadikan melalui lensa kamera.

Tips Pengamatan untuk Hasil Maksimal

Untuk menikmati fenomena ini dengan maksimal, para ahli menyarankan beberapa hal:

  • Cari Lokasi Gelap: Hindari polusi cahaya perkotaan agar benda langit redup seperti meteor dapat terlihat jelas.
  • Pantau Cuaca: Pastikan kondisi langit cerah melalui pantauan citra satelit BMKG.
  • Adaptasi Mata: Biarkan mata Anda terbiasa dengan kegelapan selama minimal 20 menit sebelum memulai pengamatan serius.

Fenomena-fenomena langit ini tak hanya indah di mata, tetapi juga merupakan kesempatan edukasi yang baik untuk memahami mekanisme semesta secara lebih dekat. Jangan lewatikan fenomena-fenomena ini.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement