“Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi, sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti awan pelangi,” katanya.
Ida menegaskan, fenomena ini bukan merupakan tanda langsung akan terjadinya badai, melainkan indikasi adanya pertumbuhan awan konvektif di atmosfer.
“Fenomena ini bukan tanda langsung akan terjadi badai, melainkan menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif dan kemungkinan hujan lokal di sekitar wilayah tersebut, meskipun titik pengamat masih dalam kondisi cerah atau belum mengalami hujan,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)