Samsung berada di posisi kedua dengan pangsa 20 persen, namun turun 6 persen akibat melemahnya permintaan pasar massal dan peluncuran seri Galaxy S26 yang tertunda. Meski demikian, momentum awal untuk lini tersebut cukup kuat, terutama varian Galaxy S26 Ultra.
Xiaomi mempertahankan posisi ketiga dengan pangsa 12 persen, meski tertekan oleh kekurangan memori. Fokus pada segmen entry-level yang sensitif harga memengaruhi kinerja, sementara segmen premium tetap kuat berkat seri Xiaomi 17 di China.
Oppo dan Vivo menempati posisi keempat dan kelima dengan pangsa masing-masing 11 persen dan 8 persen. Vivo mencatat pertumbuhan di India meski sedikit menurun, sementara Oppo menunjukkan kinerja baik di segmen entry-level dengan seri Oppo A5 dan penerimaan positif untuk Oppo Find N5.
Counterpoint juga mencatat Google dan Nothing mengalami pertumbuhan signifikan masing-masing 14 persen YoY dan 25 persen YoY.
Untuk tahun 2026, Counterpoint memperkirakan prospek pasar tetap lemah akibat berlanjutnya krisis memori. Perusahaan riset tersebut memprediksi kekurangan memori akan berlangsung hingga akhir 2027, dengan merek-merek bergantung pada perangkat lunak, perluasan ekosistem, dan layanan untuk mendukung pertumbuhan di kuartal mendatang.
(Rahman Asmardika)