Kondisi ini tidak hanya menimbulkan tekanan bagi pengguna, tetapi juga berdampak pada pemborosan sumber daya serta meningkatnya kebutuhan biaya infrastruktur pengisian daya konvensional.
Dalam keterangannya, Chairman dan President BYD, Wang Chuanfu, menegaskan industri perlu menjawab dua tantangan utama: kecepatan pengisian daya yang belum optimal serta performa pengisian yang menurun pada suhu rendah.
BYD meluncurkan blade battery generasi kedua setelah penelitian selama 6 tahun dan pengembangan intensif. Dalam rekayasa baterai tradisional, fast charging dan kepadatan energi tinggi sering dianggap sulit dicapai secara bersamaan.
Terkait hal ini, BYD mampu meningkatkan kepadatan energi sebesar 5% dibandingkan generasi pertama, sekaligus menghadirkan kecepatan pengisian yang jauh lebih cepat.